HAMMER OF THOR INDONESIA - List Situs Resmi Asli Original Vigaron

Vagina Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Vagina Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

2017-12-24 Hammer Ofthor 0 Article

Vagina (dari bahasa Latin vāgīna, yang makna literalnya "selongsong" atau "sarung pedang") adalah saluran berbentuk tabung yang menghubungkan uterus ke alat kelamin bagian luar tubuh, yaitu vulva pada mamalia dan marsupilia betina, atau kloaka pada burung, monotremata, dan beberapa jenis reptil betina. Serangga dan beberapa jenis invertebrata betina juga memiliki vagina, yang merupakan bagian akhir dari oviduk. Vagina merupakan sebagian dari alat reproduksi pada mamalia betina, seperti halnya penis pada mamalia jantan.

Pada manusia (juga hewan), ukuran dan bentuk vagina bermacam-macam tergantung etnisnya dan perlu diketahui untuk keperluan medis dan pembedahan.[1] Vagina berubah secara drastis ukuran dan bentuknya pada saat terjadinya rangsangan dan persetubuhan.[2]

Berbeda dengan mamalia jantan yang biasanya hanya mempunyai satu lubang kelamin, mamalia betina biasanya mempunyai dua lubang kelamin, yaitu, uretra dan vagina. Lubang vagina jauh lebih besar daripada lubang uretra, dan kedua lubang dilindungi oleh struktur kulit penutup yang disebut labia.[3][4] Pada amfibi, burung, reptil, dan monotremata, secara umum saluran reproduksi hewan bentina oleh para ahli zoologi disebut dengan nama kloaka; di mana pada spesies-spesies tersebut mungkin terdapat fungsi tambahan yaitu sebagai saluran usus dan saluran kemih.

Tekstur dinding vagina dapat menciptakan gesekan pada penis selama hubungan seksual dan merangsang terjadinya ejakulasi, yang memungkinkan terjadinya pembuahan.[5] Berbagai infeksi yang ditularkan secara seksual dan gangguan lainnya dapat mempengaruhi vagina.[6][7] Karena risiko penularan penyakit-penyakit tersebut, otoritas kesehatan seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau badan-badan kesehatan lainnya kerap menganjurkan praktik seks yang aman.[6][8]

Struktur umum

Vagina berasal dari pengembangan duktus Muller pada embrio.[9] Vagina manusia merupakan suatu saluran otot elastis yang memanjang dari leher rahim sampai ke vulva.[10] Warna vagina serta bagian dalam vulva adalah merah jambu kemerahan, dan vagina menghubungkan vulva supervisial dengan leher rahim (serviks) dari uterus di sebelah dalam. Vagina, yang terletak di belakang (posterior) uretra dan kandung kemih, secara superior mencapai perineum dan secara posterior menuju leher rahim; leher rahim dan vagina terhubung melalui sudut yang membelok, yaitu sekitar 90 derajat.[11]

Lapisan internal vagina terdiri dari epitel skuamosa berlapis.[12] Di bawah lapisan ini adalah lapisan otot polos, yang dapat membuat vagina kontraksi selama hubungan seksual serta ketika melahirkan. Di bawah otot adalah lapisan jaringan ikat yang disebut adventitia.[13]

Cairan vagina

Vagina merupakan jalur keluarnya darah dan jaringan menstruasi dari tubuh. Masyarakat di negara-negara industri sering menggunakan tampon, mangkuk menstruasi, dan pembalut wanita untuk menyerap atau menampung carian tersebut. Cairan vagina terutama berasal dari rahim, leher rahim, dan transudasi epitel vagina, sedangkan kelenjar Bartholin juga mengeluarkan sedikit lubrikasi pada saat rangsangan seksual. Hanya dibutuhkan sedikit lubrikasi vagina saja untuk membuat vagina menjadi lembap. Cairan vagina mungkin menjadi sedikit berlebih selama rangsangan seksual, pada pertengahan siklus menstruasi, beberapa saat sebelum menstruasi, atau selama masa kehamilan.[14]

Bakteri pada vagina

Vagina merupakan organ reproduksi wanita yang sangat rentan terhadap infeksi. Hal ini disebabkan batas antara uretra dengan anus sangat dekat, sehingga kuman penyakit seperti jamur, bakteri, parasit, maupun virus mudah masuk ke liang vagina. Untuk itu, wanita harus rajin merawat kebersihan wilayah pribadinya ini. Infeksi juga terjadi karena terganggunya kesimbangan ekosistem di vagina. Ekosistem vagina merupakan lingkaran kehidupan yang dipengaruhi oleh dua unsur utama, yaitu estrogen dan bakteri Lactobacillus atau bakteri baik. Di sini estrogen berperan dalam menentukan kadar zat gula sebagai simpanan energi dalam sel tubuh (glikogen). Glikogen merupakan nutrisi dari Lactobacillus, yang akan dimetabolisme untuk pertumbuhannya. Sisa metabolisme kemudian menghasilkan asam laktat, yang menentukan suasana asam di dalam vagina, dengan potential Hydrogen (pH) berkisar 3,8 - 4,2. Dengan tingkat keasaman ini, Lactobacillus akan subur dan bakteri patogen (jahat) akan mati.

Di dalam vagina terdapat berbagai macam bakteri, 95 persen Lactobacillus, 5 persen patogen. Dalam kondisi ekosistem vagina seimbang, bakteri patogen tidak akan mengganggu. Bila keseimbangan itu terganggu, misalnya tingkat keasaman menurun, pertahanan alamiah juga akan turun, dan rentan mengalami infeksi. Ketidakseimbangan ekosistem vagina disebabkan banyak faktor. Di antaranya kontrasepsi oral, penyakit diabetes mellitus, antibiotika, darah haid, cairan sperma, penyemprotan cairan ke dalam vagina (douching), dan gangguan hormon seperti saat pubertas, kehamilan, atau menopause.

Referensi

^ DOI:10.1093/humrep/del022 10.1093/humrep/del022
Rujukan ini akan diselesaikan secara otomatis dalam beberapa menit. Anda dapat melewati antrian atau membuat secara manual
^ Anne A. Lawrence. "Notes on Genital Dimensions". Diakses tanggal 2012-05-13.
^ Clinical pediatric urology: A. Barry Belman, Lowell R. King, Stephen Alan Kramer (2002)
^ Kinetics, Human (15 May 2009). Health and Wellness for Life. Human Kinetics 10%. hlm. 221. ISBN 978-0-7360-6850-5. Diakses tanggal 30 July 2013.
^ David B. Jacoby, R. M. Youngson (2004). Encyclopedia of Family Health. Marshall Cavendish. hlm. 964. ISBN 0761474862. Diakses tanggal April 25, 2014.
^ a b Dianne Hales (2008). An Invitation to Health Brief 2010-2011. Cengage Learning. hlmn. 269–271. ISBN 0495391921. Diakses tanggal August 29, 2013.
^ William Alexander, Helaine Bader, Judith H. LaRosa (2011). New Dimensions in Women's Health. Jones & Bartlett Publishers. hlm. 211. ISBN 1449683754. Diakses tanggal August 29, 2013.
^ "Global strategy for the prevention and control of sexually transmitted infections: 2006–2015. Breaking the chain of transmission" (PDF). World Health Organization. 2007. Diakses tanggal November 26, 2011.
^ Cai Y (2009). "Revisiting old vaginal topics: conversion of the Müllerian vagina and origin of the "sinus" vagina.". Int J Dev Biol 2009; 53:925-34 53 (7): 925–34. PMID 19598112. doi:10.1387/ijdb.082846yc.
^ Snell, Richard S. (2004). Clinical Anatomy: An Illustrated Review with Questions and Explanations. Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 98. ISBN 978-0-7817-4316-7. Diakses tanggal 19 February 2014.
^ Mulhall, John P. (2011). John P. Mulhall, Luca Incrocci, Irwin Goldstein, Ray Rosen, editor. Cancer and Sexual Health. Springer. hlmn. 13–22. ISBN 1-60761-915-6. Diakses tanggal February 21, 2014.
^ Wylie, Linda (2005). Essential Anatomy and Physiology in Maternity Care. Elsevier Health Sciences. hlmn. 157–158. ISBN 0-443-10041-1. Diakses tanggal 19 February 2014.
^ Young, B, editor (2006). Wheater's Functional Histology: A Text and Colour Atlas (Edisi ke-5th). Elsevier. hlm. 377. ISBN 978-0443068508.
^ Hiralal Konar (2014). DC Dutta's Textbook of Gynecology. JP Medical Ltd. hlmn. 2–7. ISBN 9351520684. Diakses tanggal June 9, 2014.
^ Gray's Anatomy
^ "The sexual response cycle". EngenderHealth. Diakses tanggal 2007-10-13.

    Sistem sirkulasi · Sistem pencernaan · Sistem endokrin · Sistem ekskresi · Sistem imun · Sistem integumen · Sistem limfatik · Sistem otot · Sistem saraf · Sistem reproduksi · Sistem pernafasan · Sistem skeletal

Organ
Anus · Diafragma · Faring · Ginjal · Hati · Hidung · Jantung · Kelenjar adrenal · Kelenjar prostat · Kelenjar tiroid · Kulit · Lambung · Laring · Lidah · Limpa · Mata · Otot · Ovarium · Pankreas · Paru-paru · Payudara · Penis · Plasenta · Rahim · Rektum · Telinga · Testis · Umbai cacing · Usus besar · Usus halus · Vagina · Vulva · Vesikula seminalis Tulang
Tulang selangka (clavicula) · Tulang paha (femur) · Tulang lengan atas (humerus) · Tulang rahang (mandibula) · Tulang lutut (patella) · Tulang pengumpil (radius) · Tengkorak (cranium) · Tulang kering (tibia) · Tulang hasta (ulna) · Tulang rusuk (costae) · Tulang punggung (vertebra) · Tulang pinggul (pelvis) · Tulang dada (sternum) Jaringan
Jaringan ikat · Jaringan otot · Jaringan epitel · Jaringan saraf · Kelenjar Kelenjar
Kelenjar payudara · Kelenjar liur · Kelenjar tiroid · Kelenjar paratiroid · Kelenjar adrenal · Kelenjar pituitari · Kelenjar pineal Bagian tubuh
Badan · Bokong · Dada · Gigi · Ketiak · Kemaluan · Kepala · Rambut · Kulit · Leher · Lidah · Mata · Mulut · Bibir · Punggung · Sendi · Telinga · Tungkai · Ubun-ubun · Wajah · Sikut · Tumit · Pergelangan tangan · Pergelangan kaki Rambut
Rambut kepala · Rambut kaki · Rambut tangan · Rambut mata · Rambut kemaluan · Rambut ketiak · Jenggot · Kumis · Alis · Rambut badan · Bulu mata Istilah lainnya
Arteri · Diafragma · Perineum · Peritoneum · Saraf · Vena


Komentar

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Komentar

Catatan: HTML tidak tersedia